Kompetisi Web Kompas MuDA & AQUA
Februari 15th, 2011 § 5 Komentar
Postingan ini dibuat untuk mengikuti Kompetisi Web Kompas MuDA & AQUA sekaligus mengajak kita semua untuk memulai langkah-langkah peduli air bersih untuk masa depan yang lebih baik.
Air dan Manusia
Air tanpa terbantahkan lagi merupakan elemen yang paling esensial, setelah udara, bagi manusia untuk bisa bertahan hidup. Kita mungkin saja bisa bertahan hidup beberapa minggu tanpa makanan, tapi tanpa air, hitungannya akan semakin menyusut menjadi beberapa hari saja.
Apakah yang sebenarnya membuat air begitu penting bagi manusia? Banyak hal. Lebih dari dua pertiga bagian tubuh manusia terdiri dari air. Otak manusia 75%-nya terbuat dari air, darah 83%, dan paru-paru 86%. Kekurangan 2% saja dari jumlah yang dibutuhkan dapat memicu munculnya gejala dehidrasi. Air juga berfungsi mengatur suhu tubuh, menjadi pelumas pada tubuh, memperlancar percernaan, mengatur metabolime, serta fungsi-fungsi penting lainnya dalam tubuh kita. Proses pembentukan energi yang kita perlukan untuk beraktivitas sehari-hari pun tidak luput dari peran penting air. Ibaratnya, tubuh kita membutuhkan air untuk bisa bekerja dengan baik seperti halnya mobil yang membutuhkan bahan bakar untuk bisa terus melaju.
Kegiatan yang kita lakukan saban harinya pun mau tak mau juga membutuhkan air, seperti halnya mandi, mencuci baju, mencuci piring, menyiram tanaman, dll. Loh, kalau bekerja di kantor, apa juga perlu air? Secara langsung memang tidak, tapi apa Anda mau berangkat kerja tanpa mandi terlebih dahulu dan memakai baju yang tidak dicuci? Yah, bisa saja sih, kalau Anda mau dikucilkan oleh teman-teman kantor Anda karena bau yang Anda timbulkan. Hehehe… Jadi, pada intinya, untuk bisa melakukan banyak hal, kita mutlak memerlukan air.
Air yang Tak Pernah Habis
Ada yang bilang bahwa air di muka bumi ini takkan pernah habis. Di alam, air terus berputar dalam suatu siklus tertutup . Air dari permukaan akan menguap dan naik lalu menjadi awan. Awan inilah yang kemudian akan menurunkan hujan, mengembalikan air ke muka bumi, begitu seterusnya (lebih lengkapnya lihat gambar 2). Jumlah air akan tetap sama, bentuknya saja yang berbeda-beda. Dengan demikian, persediaan air di bumi pun tidak akan pernah habis.
Yah,persediaan air di planet ini memang tidak akan habis, yang bisa habis adalah PERSEDIAAN AIR BERSIH. Dan untuk diperhatikan, air bersihlah yang sebenarnya sangat kita butuhkan. Gejala-gejala akan terjadinya krisis air bersih pun sudah mulai tampak, salah satunya dapat Anda simak pada postingan saya tentang air minum Surabaya yang tercampur lima ton tinja. Selain itu, laporan dari United States Agency for International Development (USAID) pada tahun 2007 menyebutkan bahwa hasil penelitian di berbagai kota di Indonesia menunjukkan hampir 100 persen sumber air minum kita tercemar oleh bakteri E Coli dan Coliform.
Kondisi di atas semakin diperparah dengan tingkat pencemaran lingkungan yang semakin tinggi, membuat sumber air bersih semakin berkurang. Padahal, jumlah penduduk di dunia ini terus bertambah, yang berarti kebutuhan akan air bersih pun juga akan meningkat. Bila hal ini terus berlangsung, defisit air bersih sangat mungkin terjadi beberapa tahun lagi. Dalam menghadapi hal ini, tentu kita tidak bisa menutup mata begitu saja dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Kalau iya, apa yang dikatakan oleh John Titor, sang pengelana waktu, mengenai krisis air bersih yang semakin memburuk dimasa depan sudah tentu akan menjadi kenyataan (lihat postingannya di sini).
Nah, kalau gagasan tentang air yang tidak akan pernah habis itu masih membuat Anda berleha-leha dan tidak bersikap bijak terhadap air, saya rasa sekarang sudah saatnya Anda berubah.
Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Sebagai salah satu penghuni planet ini, kita turut bertanggung jawab dalam memelihara kelestarian sumber daya alam yang terdapat di dalamnya, termasuk air bersih. Lantas, apa yang bisa kita lakukan? Banyak dan bermacam-macam. Dan itu tidaklah harus sesuatu yang besar. Langkah-langkah kecil yang kita lakukan dari rumah pun dapat membantu, asalkan dilakukan dengan konsisten sambil terus ditularkan kepada orang-orang lain disekitar kita.
Beberapa hal yang bisa kita lakukan antara lain:
- Mencuci kendaraan seperti mobil dan motor dengan menggunakan ember, sehingga tidak menghambur-hamburkan air yang terus mengucur dari selang. Kalaupun tetap ingin menggunakan selang, matikan air saat menencuci dan baru nyalakan saat akan membilas.
- Mandi dengan pancuran air (shower) dan tidak berlama-lama. Sebelum Anda mandi, pasanglah kepala pancuran dengan pancaran rendah, mudah di pasang dan dapat menghemat pengeluaran air keluarga lebih dari 500 galon per minggu. Selain itu, mandi dengan pancuran lebih hemat air daripada menggunakan bath tub.
- Gunakan mesin cuci pakaian otomatis yang mampu menghemat air.
- Harus lebih sering memperhatikan kebocoran keran di dalam rumah, tapi jangan lupa juga untuk mengecek keran di luar rumah, pipa dan selang-selang karet dari kebocoran.
- Tidak membiarkan keran air menyala terus saat menyikat gigi.
- Jangan lupa untuk mematikan kran air ketika sedang mencuci piring. Cucilah piring di bak cuci piring atau ember yang sudah terisi air daripada mencuci di keran yang mengalir. Air bekas cuciannya pun bisa digunakan untuk menyiram tanaman.
- Buat sumur resapan air pada tempat tinggal untuk mengganti air yang kita konsumsi.
- Kumpulkan dan gunakan air hujan untuk menyirami kebun.
- Pilih toilet/wc dengan ‘dual flush‘: Sistem pembilasannya terdiri atas dua pilihan, sesuai dengan kebutuhan.
Selain langkah-langkah di atas, masih banyak lagi hal lain yang bisa dilakukan untuk menghemat dan menyelamatkan masa depan air. Jika Anda ingin tahu lebih banyak lagi tips, silahkan lihat di situs ini. Anda bisa juga membuat tips-tips Anda sendiri, tips yang menurut Anda cukup efektif dan sesuai dengan kondisi Anda tentunya. Yang jelas, apapun bentuknya, Anda lakukan hal tersebut mulai dari sekarang, demi masa depan air, demi masa depan anak & cucu kita juga.
Bagaimana? Sudah siap memulai kan?(*)


[...] Kompetisi Web Kompas MuDA & AQUA [...]
Mari saling mendukung.
Air untuk masa depan!
[...] Saudara-saudara, setelah kemarin mengikuti Kompetisi Web Kompas MuDA & AQUA dengan hasil belum sukses -saya bahkan tidak tahu apakah bisa menembus 200 besar, kini saya [...]
[...] mempromosikan side blog saya http://webmuda.wordpress.com/ karena waktu itu saya sedang mengikuti Kompetisi Web Kompas MUDA & AQUA. Yah, memang belum beruntung sih nasib saya sampai bisa jadi pemenang. Tapi, ada koleksi yang ingin [...]
[...] mempromosikan side blog saya http://webmuda.wordpress.com/ karena waktu itu saya sedang mengikuti Kompetisi Web Kompas MUDA & AQUA. Yah, memang belum beruntung sih nasib saya sampai bisa jadi pemenang. Tapi, ada koleksi yang ingin [...]